Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam mengelola konfigurasi. Folder `config/` itu bukan cuma sekadar tempat nyimpen file `.php`, tapi fondasi penting buat aplikasi kita. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya sering banget nganggap folder ini nggak terlalu penting. Anggapnya, default setting-nya udah cukup. Tapi, pengalaman ngerjain project yang makin kompleks, bikin saya sadar betapa krusialnya konfigurasi yang terorganisir. Biasanya, di tahap awal project, kita seringkali cuma ngubah beberapa nilai di file `config/app.php`. Tapi, seiring bertambahnya fitur, kebutuhan konfigurasi juga makin banyak. Mulai dari database, cache, session, sampai API key. Kalau nggak dikelola dengan baik, folder `config/` bisa jadi sarang kekacauan yang bikin pusing. Nah, artikel ini akan membahas kenapa folder `config/` itu penting, dan bagaimana cara menggunakannya dengan benar. Kita akan bahas tips & best p...
Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam mengatur alur aplikasi, dan semua itu berawal dari folder `routes/`. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya sering bingung kenapa harus ada file `web.php`, `api.php`, dan lain-lain. Kayaknya cuma buat naruh definisi route doang, pikir saya. Tapi ternyata, ada lebih dari itu. Folder `routes/` ini adalah jantung dari bagaimana Laravel mengarahkan request ke controller yang tepat, dan memahami cara kerjanya bisa bikin development jadi jauh lebih efisien. Biasanya di project, saya selalu mulai dengan membersihkan folder `routes/` dari route-route default yang nggak dipakai. Ini penting biar kode kita tetap rapi dan mudah dibaca. Terus, saya mulai mendefinisikan route-route yang dibutuhkan untuk fitur-fitur utama. Di tahap ini, penting banget untuk mikirin struktur URL yang intuitif dan mudah diingat. Jangan sampai user bingung nyari halaman tertentu karena URL-...