Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Menurutku, salah satu alasannya adalah kemudahan dalam mengatur struktur aplikasi. Tapi, jangan salah, meskipun Laravel menyediakan kerangka yang bagus, masih banyak jebakan yang bisa bikin pusing, terutama buat yang baru mulai. Dulu, waktu awal-awal belajar Laravel, saya sering banget salah kaprah soal struktur. Folder-folder di app itu kayak labirin, mana yang harus diubah, mana yang sebaiknya dibiarkan apa adanya. Akhirnya, project jadi berantakan dan susah di-maintain. Nah, biar kamu nggak ngalamin hal yang sama, yuk kita bahas beberapa kesalahan umum dan cara menghindarinya. Tips & Best Practices Memahami Konsep MVC: Ini fondasi utama. Di project yang pernah saya tangani, seringkali developer baru lupa kalau Laravel itu MVC (Model-View-Controller). Akibatnya, logika bisnis malah masuk ke view, atau model malah ngakses view. Ingat, model itu buat data, view buat tampilan, dan controller buat...
Pernah nggak kepikiran, kenapa beberapa project Laravel terasa lebih mudah dipelihara daripada yang lain? Biasanya, jawabannya ada di struktur kode. Dulu, waktu baru mulai, saya seringnya langsung coding tanpa mikirin arsitektur. Hasilnya? Project jadi kayak spaghetti code, susah diubah, dan bikin pusing kalau mau nambahin fitur baru. Nah, setelah beberapa kali kejadian kayak gitu, akhirnya saya mulai belajar tentang Clean Architecture. Awalnya kedengerannya ribet, tapi ternyata konsepnya sederhana: pisahin kode jadi beberapa layer biar lebih mudah di-test, di-maintain, dan di-scale. Artikel ini akan ngebahas gimana caranya mulai menerapkan Clean Architecture di project Laravel, khususnya buat yang baru belajar. Tips & Best Practices 1. Mulai dari Domain Layer: Jantung Project Di banyak project, biasanya saya mulai dengan mendefinisikan domain layer . Ini adalah tempat kita nentuin entitas bisnis, use case, dan aturan bisnis. Anggap aja ini sebagai model data dan logika inti...