Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi tiap bikin form atau layout, saya harus copy-paste HTML yang sama berkali-kali sampai akhirnya kode jadi berantakan. Awalnya saya pikir ini masalah sepele, tapi lama-lama bikin pusing tiap kali ada perubahan desain yang mengharuskan update di semua file. Akhirnya, saya mulai mendalami Blade Component dengan sistem slot, yang ternyata jadi penyelamat waktu saya buat bikin UI yang lebih modular dan konsisten di Laravel. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari membuat komponen dasar yang sangat spesifik, baru kemudian diperluas fungsionalitasnya agar tidak pusing saat maintenance. Kedua, saya selalu menyarankan untuk mendefinisikan prop default yang masuk akal, jadi kalau ada data yang lupa dikirim, aplikasi nggak langsung error. Terakhir, jangan terlalu bernafsu bikin satu komponen buat segalanya; pecah komponen yang terlalu besar jadi sub-komponen agar lebih mudah di-debug. Contoh Kode Misalnya kita l...
Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi pas mau nambah validasi baru, seluruh sistem malah error karena nggak ada test yang memayungi. Di banyak project Laravel, saya sering ngelihat temen-temen developer nunda bikin test karena ngerasa syntax PHPUnit itu terlalu bertele-tele dan bikin males. Nah, Pest datang buat ngilangin rasa 'beban' itu dengan syntax yang super clean dan ekspresif. Kita nggak lagi berkutat sama boilerplate yang panjang, tapi lebih fokus ke logika apa yang sebenernya mau kita tes. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari struktur folder yang rapi. Jangan tumpuk semua file tes di satu tempat; pisahkan antara unit, feature, dan integration test biar pas test suite makin bengkak, kita nggak pusing nyarinya. Kalo lagi bikin test case, biasakan pakai it() daripada test() . Kenapa? Karena ini ngebantu kita nulis deskripsi dalam bentuk kalimat bahasa Inggris yang natural, jadinya pas di-run di terminal, output-nya kaya...