Langsung ke konten utama

Postingan

Latest Post

Ambil Data Request di Laravel: Panduan Praktis dari Pengalaman

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani input dari user. Dulu, waktu masih pakai PHP vanilla, ngurusin data POST atau GET itu kayak main tebak-tebakan. Sekarang, dengan Laravel, semuanya terasa lebih terstruktur dan intuitif. Tapi, tetep aja, ada beberapa trik dan jebakan yang perlu diketahui biar nggak salah langkah. Biasanya, di tahap awal project, kita seringkali cuma fokus ke fitur utama. Ngambil data dari request itu dianggap remeh. Tapi, lama-lama, kalau project makin kompleks, cara kita ngambil data bisa jadi bottleneck. Makanya, penting banget buat punya pemahaman yang solid tentang berbagai metode yang tersedia di Laravel. \ Tips & Best Practices Mulai dari yang Paling Sederhana: $request->input() Di banyak project, biasanya saya mulai dari $request->input() . Ini cara paling dasar buat ngambil data dari request. Keuntungannya, simpel dan fleksibel. Kita bisa ngambil sa...
Postingan terbaru

Mengupas Tuntas Request Object di Laravel: Rahasia di Balik Setiap Permintaan

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani request dari user. Nah, request itu sendiri diwakilin sama sebuah object, dan memahami object ini itu kunci buat ngembangin aplikasi web yang solid di Laravel. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya sering bingung sama apa itu `Request` object. Kayaknya cuma sekadar wadah buat data yang dikirim dari form, tapi ternyata jauh lebih dari itu. Semakin lama berkutat sama project, makin paham kalau `Request` object ini itu jantungnya interaksi antara aplikasi kita sama user. Tips & Best Practices Menggunakan Request Object Pertama, selalu validasi input! Ini pelajaran penting yang saya dapatkan setelah project e-commerce saya kena masalah XSS. Bayangin, user bisa nginput apa aja, dan kalau kita nggak validasi, data itu bisa ngerusak aplikasi kita. Biasanya, saya mulai dari bikin rules validasi di controller atau resource, terus pakai $request-...

Rapiin Controller Laravel: Panduan Pemula Biar Proyek Nggak Berantakan

Pernah nggak kepikiran, kenapa beberapa project Laravel yang udah jalan bertahun-tahun kok terasa berat banget di maintain? Biasanya, kalau saya lagi mulai project baru, salah satu hal yang paling saya perhatikan adalah struktur controller. Soalnya, controller itu kan jadi jantung dari aplikasi kita. Kalau controller-nya berantakan, ya sekalian aja seluruh project ikut berantakan. Dulu, waktu masih baru belajar Laravel, saya seringnya asal tempel kode di controller. Akibatnya, lama-lama jadi susah dibaca, apalagi kalau ada yang mau nambahin fitur baru. Bikin pusing tujuh keliling! Tips & Best Practices Nah, setelah beberapa kali jatuh bangun, saya punya beberapa tips yang menurut saya cukup membantu untuk bikin struktur controller yang rapi. Ini bukan aturan baku, tapi lebih ke preferensi pribadi yang sudah teruji di beberapa project. 1. Pisahkan Logika Bisnis ke Service Layer: Di project yang lumayan besar, biasanya saya mulai dengan memisahkan logika bisnis yang kompleks...

RESTful di Laravel: Panduan Developer Baru

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menerapkan RESTful convention. Tapi, seringkali developer baru bingung, apa sih sebenarnya RESTful itu, dan bagaimana cara menerapkannya dengan benar di Laravel? Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya seringnya cuma ikutin tutorial, bikin API yang bisa ngirim data, tapi nggak terlalu mikirin struktur. Hasilnya? Project jadi berantakan, endpoint nggak konsisten, dan susah di-maintain. Baru setelah beberapa project, saya mulai sadar pentingnya RESTful convention. Tips & Best Practices Pertama, mulai dari resource controller. Di project-project sebelumnya, saya seringnya bikin controller sendiri-sendiri untuk setiap model. Ini bikin kode jadi duplikat dan susah diubah. Sekarang, saya selalu mulai dengan resource controller. Laravel udah sediain fungsi-fungsi dasar CRUD (Create, Read, Update, Delete) di resource controller. Jadi, kita tinggal tambahin...

Constructor Injection di Laravel: Rahasia Controller Lebih Rapi & Terstruktur

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah fleksibilitasnya dalam hal Dependency Injection (DI). Nah, salah satu cara paling umum DI di Laravel adalah dengan menggunakan Constructor Injection di Controller. Awalnya, jujur aja, saya kurang begitu paham kenapa harus repot-repot inject dependency lewat constructor. Kirain bisa lebih cepat kalau langsung panggil di dalam method. Tapi, setelah beberapa project, saya mulai merasakan manfaatnya, terutama saat project makin besar dan kompleks. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari memikirkan dependencies apa yang dibutuhkan oleh Controller. Misalnya, Controller `PostController` butuh `PostRepository` untuk mengakses data post dari database. Nah, `PostRepository` ini yang akan kita inject lewat constructor. Kesalahan yang sering kejadian di tim adalah lupa inject dependency. Akibatnya, error `Class 'App\Repositories\PostRepository'...

Controller vs Route Closure Laravel: Pilih Mana Buat Pemula?

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah fleksibilitasnya, termasuk dalam menangani request. Nah, seringkali kita dihadapkan pada pilihan: pakai controller atau route closure? Keduanya punya kelebihan dan kekurangan, dan buat pemula, milihnya bisa bikin bingung. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya selalu bingung. Route closure itu ringkas, cepat ditulis, tapi lama-lama kok rasanya kurang terstruktur ya? Terus, kalau projectnya makin besar, ngurusin logika di route closure jadi kayak mimpi buruk. Setiap kali ada perubahan, harus ngulik-ngulik kode yang berceceran di sana-sini. Akhirnya, saya mulai beralih ke controller, dan ternyata banyak manfaatnya. Tips & Best Practices Pertama, mulai dengan controller kalau logikanya kompleks. Di project e-commerce yang pernah saya kerjain, fitur keranjang belanja itu lumayan rumit. Bayangin aja, harus ngitung total harga, nambah-kurangin item, ngecek ketersediaan...

Single-Action Controller Laravel: Lebih Ringan, Lebih Fokus

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemampuannya mengakomodasi berbagai gaya penulisan kode. Nah, salah satu fitur yang sering saya manfaatkan, terutama di project-project kecil atau API sederhana, adalah Single-Action Controller, atau yang biasa disebut Invokable. Fitur ini memungkinkan kita membuat controller yang hanya punya satu method, dan method itu sendiri yang jadi endpoint utama. Awalnya, saya mikir, 'ah, buat apa sih? Ribet aja'. Tapi setelah nyoba beberapa kali, ternyata lumayan ngefek buat bikin kode lebih rapi dan fokus. Biasanya, di project-project awal, saya cenderung bikin controller dengan banyak method, satu untuk setiap fitur. Akibatnya, controller jadi tebel, susah dibaca, dan kadang-kadang bikin bingung kapan harus pakai method yang mana. Tapi, setelah belajar tentang Single-Action Controller, saya mulai mengubah pendekatan. Terutama kalau fiturnya emang cuma satu, kenapa harus bikin c...