Langsung ke konten utama

Postingan

Latest Post

Constructor Injection di Laravel: Rahasia Controller Lebih Rapi & Terstruktur

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah fleksibilitasnya dalam hal Dependency Injection (DI). Nah, salah satu cara paling umum DI di Laravel adalah dengan menggunakan Constructor Injection di Controller. Awalnya, jujur aja, saya kurang begitu paham kenapa harus repot-repot inject dependency lewat constructor. Kirain bisa lebih cepat kalau langsung panggil di dalam method. Tapi, setelah beberapa project, saya mulai merasakan manfaatnya, terutama saat project makin besar dan kompleks. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari memikirkan dependencies apa yang dibutuhkan oleh Controller. Misalnya, Controller `PostController` butuh `PostRepository` untuk mengakses data post dari database. Nah, `PostRepository` ini yang akan kita inject lewat constructor. Kesalahan yang sering kejadian di tim adalah lupa inject dependency. Akibatnya, error `Class 'App\Repositories\PostRepository'...
Postingan terbaru

Controller vs Route Closure Laravel: Pilih Mana Buat Pemula?

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah fleksibilitasnya, termasuk dalam menangani request. Nah, seringkali kita dihadapkan pada pilihan: pakai controller atau route closure? Keduanya punya kelebihan dan kekurangan, dan buat pemula, milihnya bisa bikin bingung. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya selalu bingung. Route closure itu ringkas, cepat ditulis, tapi lama-lama kok rasanya kurang terstruktur ya? Terus, kalau projectnya makin besar, ngurusin logika di route closure jadi kayak mimpi buruk. Setiap kali ada perubahan, harus ngulik-ngulik kode yang berceceran di sana-sini. Akhirnya, saya mulai beralih ke controller, dan ternyata banyak manfaatnya. Tips & Best Practices Pertama, mulai dengan controller kalau logikanya kompleks. Di project e-commerce yang pernah saya kerjain, fitur keranjang belanja itu lumayan rumit. Bayangin aja, harus ngitung total harga, nambah-kurangin item, ngecek ketersediaan...

Single-Action Controller Laravel: Lebih Ringan, Lebih Fokus

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemampuannya mengakomodasi berbagai gaya penulisan kode. Nah, salah satu fitur yang sering saya manfaatkan, terutama di project-project kecil atau API sederhana, adalah Single-Action Controller, atau yang biasa disebut Invokable. Fitur ini memungkinkan kita membuat controller yang hanya punya satu method, dan method itu sendiri yang jadi endpoint utama. Awalnya, saya mikir, 'ah, buat apa sih? Ribet aja'. Tapi setelah nyoba beberapa kali, ternyata lumayan ngefek buat bikin kode lebih rapi dan fokus. Biasanya, di project-project awal, saya cenderung bikin controller dengan banyak method, satu untuk setiap fitur. Akibatnya, controller jadi tebel, susah dibaca, dan kadang-kadang bikin bingung kapan harus pakai method yang mana. Tapi, setelah belajar tentang Single-Action Controller, saya mulai mengubah pendekatan. Terutama kalau fiturnya emang cuma satu, kenapa harus bikin c...

Resource Controller Laravel: Cara Cepat Bikin CRUD yang Rapi

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam membuat CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan Resource Controller. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya seringnya bikin controller manual, satu-satu method. Lama-lama kok berasa berantakan dan susah di-maintain. Nah, Resource Controller ini jadi penyelamat! Resource Controller itu kayak template yang udah disiapin Laravel buat ngurusin operasi CRUD ke model tertentu. Jadi, kita nggak perlu lagi nulis method index() , create() , store() , show() , edit() , update() , dan destroy() secara manual. Laravel udah nyediain itu semua, tinggal kita isi aja sesuai kebutuhan. Ini bener-bener ngirit waktu dan bikin kode kita lebih rapi. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari bikin model dan migration dulu. Setelah itu, baru bikin Resource Controller. Ini penting biar kita tahu struktur data yang mau kita kelola. Terus, jangan...

Panduan Lengkap: Membuat Controller Pertama di Laravel 12

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam mengatur logika aplikasi, dan controller adalah jantungnya. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya sering bingung harus mulai dari mana. Controller itu apa? Fungsinya apa? Kok namanya controller? Nah, artikel ini akan jadi panduan buat kamu yang baru mau terjun ke dunia Laravel, atau mungkin udah lama tapi masih belum terlalu familiar sama controller. Kita akan bahas mulai dari konsep dasar, cara bikin controller pertama, sampai beberapa jebakan yang sering saya alami di project-project sebelumnya. Jadi, siap buat bikin aplikasi Laravel yang lebih terstruktur? Tips & Best Practices Membuat Controller di Laravel Di banyak project, biasanya saya mulai dengan memikirkan apa yang akan ditangani oleh controller tersebut. Misalnya, kalau mau bikin fitur login, ya kita bikin controller AuthController . Jangan asal bikin controller banyak-banyak, ya. Lebih...

Routing Laravel: Hindari Jebakan Umum Developer Pemula

Pernah nggak kepikiran, kenapa routing di Laravel bisa jadi sumber masalah yang bikin pusing? Dulu, waktu baru mulai pakai Laravel, saya sering banget salah konfigurasi routing. Rasanya simpel, tapi begitu project makin besar, routing jadi kayak labirin yang susah banget dicari jalannya. Banyak yang merasa routing itu cuma soal nentuin URL ke controller, padahal ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Artikel ini akan membahas beberapa kesalahan routing yang sering saya dan teman-teman developer pemula lakukan, biar kamu nggak terjebak di masalah yang sama. Tips & Best Practices Routing Laravel Di banyak project, biasanya saya mulai dengan merencanakan struktur routing sebelum nulis kode controller. Ini penting banget, karena routing itu seperti peta jalan aplikasi kita. Kalau petanya salah, ya nyasar deh. Saya sering bikin daftar URL yang dibutuhkan, lalu kelompokkan berdasarkan fitur atau modul. Ini membantu menjaga routing tetap terstruktur dan mudah dipahami. Kesalaha...

Menguasai Route Regex di Laravel: Panduan Praktis untuk Developer

Pernah nggak kepikiran, kenapa kita bisa bikin URL di Laravel yang nggak cuma sekadar nama controller dan action, tapi juga bisa menangkap pola tertentu? Dulu, waktu baru mulai pakai Laravel, saya sering bingung. URL itu kayak jalan tol, harus jelas dan terstruktur. Tapi, kadang kebutuhan project menuntut kita untuk bikin URL yang lebih fleksibel, yang bisa menangkap informasi dari user input. Nah, di sinilah route regex berperan penting. Tips & Best Practices Pertama, Pahami Pola yang Dibutuhkan: Di project e-commerce yang pernah saya tangani, kita perlu bikin URL untuk produk dengan format /produk/{slug} . Slug ini bisa berupa apa saja, asalkan unik. Nah, sebelum nulis regex, kita harus jelas, karakter apa saja yang boleh ada di slug itu. Kalau nggak, bisa jadi URL kita nggak berfungsi atau malah rentan terhadap serangan. Gunakan Regex yang Sederhana: Sempat kejadian, saya bikin regex yang terlalu rumit untuk menangkap tanggal. Akibatnya, performa aplikasi jadi lambat. ...