Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi pas mau push code, controller kamu isinya validasi yang panjangnya bisa bikin scroll mouse rusak. Saya sering banget nemuin controller yang isinya 50 baris validasi tok, padahal fungsi utamanya cuma buat save data. Laravel punya penyelamatnya: Form Request. Ini bukan cuma soal rapi-rapiin file, tapi soal misahin tanggung jawab biar hidup kita pas maintenance project lebih tenang. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari naruh validasi di file terpisah daripada di controller agar controller tetap 'tipis' dan fokus pada proses bisnisnya saja. Kalau project makin gede, saya selalu biasain buat custom error message di dalam file Request-nya langsung, biar pesan error-nya lebih ramah pengguna daripada pesan bawaan sistem. Pas lagi kolaborasi, saya pastiin buat make logic authorization di dalam method authorize() supaya akses level user terjamin aman bahkan sebelum data masuk ke validasi. Contoh Ko...
Pendahuluan Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa punya dua 'dunia' yang berbeda saat kita mau narik data dari database? Di satu sisi ada Eloquent yang bikin coding terasa kayak lagi nyusun lego, tapi di sisi lain, Query Builder seringkali narik perhatian pas kita mulai berurusan dengan data jutaan baris. Saya sering banget melihat developer baru terjebak di antara keduanya: mau pakai Eloquent biar elegan, tapi takut performanya melambat. Padahal, kuncinya bukan soal mana yang menang, tapi soal kapan kita harus 'turun tangan' ke SQL mentah pakai Query Builder. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari Eloquent Relationship dulu untuk menjaga alur kode tetap terbaca, tapi segera switch ke Query Builder kalau saya cuma butuh satu atau dua kolom saja tanpa harus memuat seluruh isi object model yang berat. Saat ngerjain fitur reporting yang kompleks, biasanya saya akan menghindari Eager Loading yang berlebihan dan lebih memilih Query Buil...