Langsung ke konten utama

Postingan

Latest Post

Form Request Kustom di Laravel: Biar Validasi Lebih Terarah

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani validasi data. Tapi, kalau project makin kompleks, validasi yang tersebar di controller bisa jadi bikin pusing. Nah, di situlah Form Request kustom berperan penting. Dulu, waktu masih baru belajar Laravel, validasi data selalu saya taruh di controller. Akibatnya, controller jadi tebel dan susah dibaca. Lama-lama, ngoding jadi nggak efisien. Form Request kustom itu kayak punya 'polisi' khusus yang bertugas memeriksa data sebelum masuk ke controller. Dia memastikan data yang masuk sesuai dengan aturan yang kita tentukan. Jadi, controller bisa fokus ke logika bisnis, validasi biar ditangani sama Form Request. Ini bener-bener ngubah cara saya ngerjain project Laravel. Tips & Best Practices Memulai dengan Pola yang Jelas: Di banyak project, biasanya saya mulai dengan mendefinisikan aturan validasi yang jelas sebelum membuat Form Request. In...
Postingan terbaru

Validasi Request di Laravel 12: Biar Data Masuk Nggak Bikin Pusing

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani input dari user. Tapi, kalau kita nggak hati-hati, input yang masuk bisa jadi mimpi buruk. Dulu, waktu masih baru belajar Laravel, sering banget kebingungan kalau ada data yang nggak sesuai harapan. Akhirnya, project jadi berantakan karena data yang kotor. Nah, validasi request itu penting banget. Ini bukan cuma soal keamanan, tapi juga soal kebersihan data dan kemudahan pengembangan. Bayangin, kalau setiap kali ada perubahan di form, kita harus ngecek satu-satu apakah data yang masuk valid atau nggak. Ribet banget, kan? Dengan validasi yang tepat, kita bisa otomatis ngecek data sebelum diproses lebih lanjut. Tips & Best Practices Validasi Request Di banyak project, biasanya saya mulai dengan mendefinisikan rules validasi di controller. Ini biar kode validasi dekat dengan logika bisnis. Tapi, kalau rulesnya kompleks dan dipakai di banyak contro...

Panduan JSON Request di Laravel: Biar API-mu Nggak Ribet

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya, Laravel punya cara yang elegan buat ngurusin berbagai jenis request, termasuk yang paling umum: JSON. Dulu, waktu baru mulai bikin API, saya sering kebingungan. Request masuk, data berantakan, error di mana-mana. Untungnya, Laravel punya beberapa trik yang bikin hidup lebih mudah. Artikel ini akan berbagi pengalaman saya, mulai dari tips dasar sampai jebakan yang sering saya hindari. Tips & Best Practices Pertama, selalu validasi data. Ini bukan cuma soal keamanan, tapi juga kenyamanan. Saya pernah ngerjain project e-commerce, dan di awal, kita nggak terlalu peduli sama validasi. Akibatnya, data yang masuk seringkali nggak sesuai harapan, bikin logika bisnis jadi rumit dan errornya nggak ketahuan. Sekarang, saya selalu mulai dengan validasi yang ketat. Misalnya, kalau request JSON harus punya field 'nama' yang berupa string, pastikan kita ngecek itu sebelum lanjut...

Upload File di Laravel: Cerita Sukses dan Jebakan yang Pernah Saya Lalui

Pernah nggak kepikiran, kenapa upload file di Laravel bisa terasa lebih mudah daripada framework lain? Dulu, waktu baru mulai pakai Laravel, saya kira upload file itu cuma masalah bikin form HTML, kasih input type='file', terus upload ke server. Ternyata, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari validasi, penyimpanan, sampai keamanannya. Banyak project yang akhirnya bermasalah karena hal-hal kecil yang terlewat. Tips & Best Practices: Belajar dari Pengalaman Di banyak project, biasanya saya mulai dengan memastikan direktori penyimpanan sudah benar. Laravel punya konsep storage dan public yang penting banget. Kalau salah setting, file bisa nggak kebaca atau malah nggak bisa diakses dari browser. Saya pernah saking semangatnya, langsung upload ke public tanpa sadar, eh malah kena masalah CORS karena API yang saya pakai nggak ngasih akses ke direktori itu. Kesalahan yang sering kejadian di tim adalah lupa validasi ukuran dan tipe file. Bayangin, kalau a...

Ambil Data Request di Laravel: Panduan Praktis dari Pengalaman

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani input dari user. Dulu, waktu masih pakai PHP vanilla, ngurusin data POST atau GET itu kayak main tebak-tebakan. Sekarang, dengan Laravel, semuanya terasa lebih terstruktur dan intuitif. Tapi, tetep aja, ada beberapa trik dan jebakan yang perlu diketahui biar nggak salah langkah. Biasanya, di tahap awal project, kita seringkali cuma fokus ke fitur utama. Ngambil data dari request itu dianggap remeh. Tapi, lama-lama, kalau project makin kompleks, cara kita ngambil data bisa jadi bottleneck. Makanya, penting banget buat punya pemahaman yang solid tentang berbagai metode yang tersedia di Laravel. \ Tips & Best Practices Mulai dari yang Paling Sederhana: $request->input() Di banyak project, biasanya saya mulai dari $request->input() . Ini cara paling dasar buat ngambil data dari request. Keuntungannya, simpel dan fleksibel. Kita bisa ngambil sa...

Mengupas Tuntas Request Object di Laravel: Rahasia di Balik Setiap Permintaan

Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani request dari user. Nah, request itu sendiri diwakilin sama sebuah object, dan memahami object ini itu kunci buat ngembangin aplikasi web yang solid di Laravel. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya sering bingung sama apa itu `Request` object. Kayaknya cuma sekadar wadah buat data yang dikirim dari form, tapi ternyata jauh lebih dari itu. Semakin lama berkutat sama project, makin paham kalau `Request` object ini itu jantungnya interaksi antara aplikasi kita sama user. Tips & Best Practices Menggunakan Request Object Pertama, selalu validasi input! Ini pelajaran penting yang saya dapatkan setelah project e-commerce saya kena masalah XSS. Bayangin, user bisa nginput apa aja, dan kalau kita nggak validasi, data itu bisa ngerusak aplikasi kita. Biasanya, saya mulai dari bikin rules validasi di controller atau resource, terus pakai $request-...

Rapiin Controller Laravel: Panduan Pemula Biar Proyek Nggak Berantakan

Pernah nggak kepikiran, kenapa beberapa project Laravel yang udah jalan bertahun-tahun kok terasa berat banget di maintain? Biasanya, kalau saya lagi mulai project baru, salah satu hal yang paling saya perhatikan adalah struktur controller. Soalnya, controller itu kan jadi jantung dari aplikasi kita. Kalau controller-nya berantakan, ya sekalian aja seluruh project ikut berantakan. Dulu, waktu masih baru belajar Laravel, saya seringnya asal tempel kode di controller. Akibatnya, lama-lama jadi susah dibaca, apalagi kalau ada yang mau nambahin fitur baru. Bikin pusing tujuh keliling! Tips & Best Practices Nah, setelah beberapa kali jatuh bangun, saya punya beberapa tips yang menurut saya cukup membantu untuk bikin struktur controller yang rapi. Ini bukan aturan baku, tapi lebih ke preferensi pribadi yang sudah teruji di beberapa project. 1. Pisahkan Logika Bisnis ke Service Layer: Di project yang lumayan besar, biasanya saya mulai dengan memisahkan logika bisnis yang kompleks...