Pernah nggak kepikiran, kenapa beberapa project Laravel yang udah jalan bertahun-tahun kok terasa berat banget di maintain? Biasanya, kalau saya lagi mulai project baru, salah satu hal yang paling saya perhatikan adalah struktur controller. Soalnya, controller itu kan jadi jantung dari aplikasi kita. Kalau controller-nya berantakan, ya sekalian aja seluruh project ikut berantakan. Dulu, waktu masih baru belajar Laravel, saya seringnya asal tempel kode di controller. Akibatnya, lama-lama jadi susah dibaca, apalagi kalau ada yang mau nambahin fitur baru. Bikin pusing tujuh keliling! Tips & Best Practices Nah, setelah beberapa kali jatuh bangun, saya punya beberapa tips yang menurut saya cukup membantu untuk bikin struktur controller yang rapi. Ini bukan aturan baku, tapi lebih ke preferensi pribadi yang sudah teruji di beberapa project. 1. Pisahkan Logika Bisnis ke Service Layer: Di project yang lumayan besar, biasanya saya mulai dengan memisahkan logika bisnis yang kompleks...
Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menerapkan RESTful convention. Tapi, seringkali developer baru bingung, apa sih sebenarnya RESTful itu, dan bagaimana cara menerapkannya dengan benar di Laravel? Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya seringnya cuma ikutin tutorial, bikin API yang bisa ngirim data, tapi nggak terlalu mikirin struktur. Hasilnya? Project jadi berantakan, endpoint nggak konsisten, dan susah di-maintain. Baru setelah beberapa project, saya mulai sadar pentingnya RESTful convention. Tips & Best Practices Pertama, mulai dari resource controller. Di project-project sebelumnya, saya seringnya bikin controller sendiri-sendiri untuk setiap model. Ini bikin kode jadi duplikat dan susah diubah. Sekarang, saya selalu mulai dengan resource controller. Laravel udah sediain fungsi-fungsi dasar CRUD (Create, Read, Update, Delete) di resource controller. Jadi, kita tinggal tambahin...