Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur filter pencarian yang kompleks, tapi tiap nambahin kondisi malah bikin kode jadi berantakan. Query Builder di Laravel itu sebenarnya penyelamat banget kalau kita tahu cara ngeraciknya biar nggak cuma sekadar narik data, tapi juga efisien. Saya sering lihat banyak rekan developer terjebak nulis query manual di controller padahal Laravel punya cara yang jauh lebih elegan buat menangani logika database yang dinamis tanpa harus bikin satu per satu method yang ribet. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya selalu mulai dengan memecah query yang kompleks ke dalam scope model agar controller tetap bersih dan fokus pada alur bisnis, bukan detail teknis database. Kalau lagi berurusan dengan data dalam jumlah besar, saya lebih suka pakai chunking atau cursor daripada memuat semuanya sekaligus, supaya memory server nggak jebol tiba-tiba saat proses export atau batch update. Saya selalu membiasakan diri buat nge-log query yang dihasilkan ...
Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi pas mau handle forgot password malah pusing sendiri karena harus mikirin security dan flow email yang nggak boleh bocor. Jujur, pas awal-awal handle fitur ini, saya sering banget kena komplain user gara-gara token yang kedaluwarsa terlalu cepat atau email notifikasi yang masuk folder spam. Padahal, kalau kita manfaatin ekosistem Laravel dengan benar, fitur ini sebenernya bisa jadi salah satu bagian paling stabil di aplikasi kita. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari memisahkan logic pengiriman email ke dalam Job queue. Kita nggak mau user nunggu loading lama cuma gara-gara server smtp lagi lemot. Pengalaman saya, jangan pernah nampilin pesan error yang terlalu spesifik kayak 'Email tidak terdaftar'. Ini bahaya banget buat security, mending pakai pesan generik biar hacker nggak bisa scan user kita. Kalau lagi mantau log, selalu pastikan token password reset itu di-hash. Jangan simpen token ...