Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani routing, termasuk mengirim parameter. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya sering bingung gimana caranya ngirim data ke controller lewat URL. Kayak, mau bikin route buat nampilin detail artikel, terus ID artikelnya mau diambil dari mana? Nah, artikel ini akan membahas itu semua, dari pengalaman pribadi, biar kamu nggak ngalamin hal yang sama. Biasanya, di tahap awal project, kita fokus dulu ke struktur dasar. Tapi, begitu fitur mulai kompleks, masalah routing parameter ini sering muncul. Apalagi kalau projectnya punya banyak relasi antar data. Jadi, penting banget buat paham cara kerja routing parameter di Laravel, biar kode kita bersih dan mudah dipelihara. Tips & Best Practices Pertama, Pahami Tipe Parameter: Di project terakhir, saya pernah salah pas nentuin tipe parameter. Kirain bisa langsung ngirim string, eh malah error. Laravel...
Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani routing, terutama untuk request GET dan POST. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, routing ini yang bikin saya agak bingung. Terasa beda sama framework lain yang pernah saya coba. Routing di Laravel itu kayak peta jalan buat aplikasi kita. Dia yang menentukan, ketika user mengakses URL tertentu, kode mana yang akan dieksekusi. Nah, GET dan POST itu dua jenis request yang paling sering kita temui. GET biasanya dipakai buat mengambil data (misalnya, menampilkan daftar artikel), sedangkan POST dipakai buat mengirim data (misalnya, mengirim form login atau membuat komentar baru). Tips & Best Practices Memulai dengan `web.php` : Biasanya, di project Laravel, semua routing kita definisikan di file `routes/web.php`. Ini adalah tempat yang paling umum dan disarankan untuk routing yang berhubungan dengan tampilan web. Di tahap awal, fokusin dulu di s...