Pendahuluan Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel punya dua sistem autentikasi API yang kayaknya tumpang tindih padahal sama-sama buat ngamanin request? Jujur, dulu saya sering bingung pas harus milih antara Sanctum atau Passport di project awal. Awalnya saya pikir makin kompleks sistemnya bakal makin aman, ternyata itu jebakan. Kadang kita cuma butuh token ringan buat SPA atau aplikasi mobile, tapi malah pasang 'tank' buat ngelindungin 'sepeda'. Di sini saya mau share sudut pandang kenapa nggak semua project butuh OAuth2 yang berat. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari menanyakan kebutuhan klien soal integrasi pihak ketiga: apakah mereka perlu sistem OAuth2 server yang bisa dipakai aplikasi lain? Kalau cuma buat internal SPA (Vue/React) atau mobile app buatan kita sendiri, Sanctum sudah lebih dari cukup. Pengalaman saya pas maintenance aplikasi skala menengah, pakai Sanctum jauh lebih enteng di database dibanding Passport yang naruh ba...
Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi tiba-tiba harus pusing mikirin cara jaga API biar nggak bisa diakses sembarangan orang. Laravel Sanctum datang sebagai penyelamat karena kita nggak perlu ribet setting OAuth2 yang berat cuma buat aplikasi SPA atau mobile sederhana. Saya sendiri sering pakai ini karena setup-nya cepat, clean, dan langsung bisa integrasi sama sistem authentikasi bawaan Laravel. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya selalu mulai dari membatasi akses via middleware 'auth:sanctum' langsung di route group agar nggak ada end-point yang terlupa diproteksi. Kedua, saat handle token, pastikan untuk selalu memberi nama token yang spesifik sesuai device-nya supaya user bisa revoke akses spesifik kalau hp-nya hilang. Terakhir, jangan pernah simpan plain token di database; manfaatkan sistem hashing bawaan Sanctum agar data user tetap aman kalau misal database bocor. Contoh Kode Biasanya saat user login, kita buat token seperti ini ...