Pernah nggak kepikiran, kenapa upload file di Laravel bisa terasa lebih mudah daripada framework lain? Dulu, waktu baru mulai pakai Laravel, saya kira upload file itu cuma masalah bikin form HTML, kasih input type='file', terus upload ke server. Ternyata, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari validasi, penyimpanan, sampai keamanannya. Banyak project yang akhirnya bermasalah karena hal-hal kecil yang terlewat. Tips & Best Practices: Belajar dari Pengalaman Di banyak project, biasanya saya mulai dengan memastikan direktori penyimpanan sudah benar. Laravel punya konsep storage dan public yang penting banget. Kalau salah setting, file bisa nggak kebaca atau malah nggak bisa diakses dari browser. Saya pernah saking semangatnya, langsung upload ke public tanpa sadar, eh malah kena masalah CORS karena API yang saya pakai nggak ngasih akses ke direktori itu. Kesalahan yang sering kejadian di tim adalah lupa validasi ukuran dan tipe file. Bayangin, kalau a...
Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam menangani input dari user. Dulu, waktu masih pakai PHP vanilla, ngurusin data POST atau GET itu kayak main tebak-tebakan. Sekarang, dengan Laravel, semuanya terasa lebih terstruktur dan intuitif. Tapi, tetep aja, ada beberapa trik dan jebakan yang perlu diketahui biar nggak salah langkah. Biasanya, di tahap awal project, kita seringkali cuma fokus ke fitur utama. Ngambil data dari request itu dianggap remeh. Tapi, lama-lama, kalau project makin kompleks, cara kita ngambil data bisa jadi bottleneck. Makanya, penting banget buat punya pemahaman yang solid tentang berbagai metode yang tersedia di Laravel. \ Tips & Best Practices Mulai dari yang Paling Sederhana: $request->input() Di banyak project, biasanya saya mulai dari $request->input() . Ini cara paling dasar buat ngambil data dari request. Keuntungannya, simpel dan fleksibel. Kita bisa ngambil sa...