Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi malah kejebak bikin boilerplate yang panjang dan ribet sendiri. Laravel sebenarnya sudah kasih semua alat yang kita butuhin supaya CRUD (Create, Read, Update, Delete) nggak perlu jadi beban pikiran, tapi seringkali kita malah nambahin layer yang nggak perlu. Saya sering lihat developer baru nulis query mentah di controller, padahal Eloquent itu sudah 'jenius' kalau kita tahu cara makainya dengan benar. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari bikin Form Request khusus buat validasi, supaya controller saya nggak kotor sama logika pengecekan input yang panjang lebar. Saat ngerjain relasi database, saya biasain pakai Eager Loading (with) sedari awal untuk mencegah masalah N+1 query yang sering bikin aplikasi mendadak lemot pas datanya banyak. Kalau project makin gede, saya selalu naruh logika bisnis di Service Class atau Action, bukan di Controller, biar kodenya gampang di-test pas ada perubahan ...
Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi tiba-tiba database mulai melambat gara-gara query yang nggak efisien, terus kita dilema antara pakai Eloquent yang nyaman atau Query Builder yang ngebut. Jujur, saya dulu sering banget asal pilih pakai Eloquent karena sintaksnya cantik, sampai akhirnya ketemu project dengan ribuan record yang bikin performa aplikasi langsung drop drastis. Eloquent itu memang penyelamat hidup buat developer, tapi dia punya 'biaya' di balik kemudahan mapping object-nya. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari Eloquent untuk fitur standar agar kode tetap bersih dan mudah dibaca tim lain. Kalau performa mulai jadi isu di dashboard atau reporting, saya langsung beralih ke Query Builder untuk memangkas overhead object. Satu lagi, selalu gunakan eager loading (with) saat memanggil relasi di loop, karena n-plus-one query itu musuh utama yang sering nggak disadari sampai production. Contoh Kode Kalau cuma mau ambil da...