Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur registrasi user yang panjangnya minta ampun, tapi klien maksa supaya nggak terlihat penuh sesak di satu halaman. Biasanya, saya bakal langsung lari ke Livewire karena fitur data binding -nya bikin transisi antar step jadi terasa mulus banget tanpa harus bikin banyak halaman terpisah atau mainan redirect yang bikin pusing. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari bikin variabel $currentStep di komponen untuk melacak posisi user, ini lebih simpel daripada harus simpan status di database sejak awal. Kalau form-nya cukup kompleks, saya sarankan untuk memisahkan validasi per step menggunakan $rules yang bersifat dinamis agar user nggak terhambat validasi step akhir saat mereka masih di step awal. Pernah kejadian user nggak sengaja refresh browser, jadi saya selalu simpan data sementara di session() atau menggunakan mount() untuk memulihkan state dari properti yang sudah diisi sebelumnya. Contoh Kode Untuk perpindahan ...
Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi pas buka controller malah nemu tumpukan validasi email atau format telepon yang berceceran di mana-mana. Saya sering banget ngalamin kondisi di mana satu logic validasi yang sama harus dicopy-paste ke tiga tempat berbeda, dan pas ada perubahan format, semuanya jadi berantakan. Di sinilah Value Objects menyelamatkan kewarasan saya; dia bukan sekadar penampung data, tapi cara kita membungkus aturan main suatu nilai agar nggak bisa diubah sembarangan. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari membuat class yang immutable agar nilai di dalamnya tidak berubah setelah diinisiasi, jadi kita nggak perlu pusing ngecek state object di tengah jalan. Pas lagi handling domain logic, saya selalu berusaha bikin static factory method seperti fromNative() supaya proses pembuatan object terasa lebih natural dibanding manggil new Class() berulang kali. Kalau project mulai besar, saya selalu pisahin Value Objects ke nam...