Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi tiba-tiba harus pusing mikirin cara jaga API biar nggak bisa diakses sembarangan orang. Laravel Sanctum datang sebagai penyelamat karena kita nggak perlu ribet setting OAuth2 yang berat cuma buat aplikasi SPA atau mobile sederhana. Saya sendiri sering pakai ini karena setup-nya cepat, clean, dan langsung bisa integrasi sama sistem authentikasi bawaan Laravel. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya selalu mulai dari membatasi akses via middleware 'auth:sanctum' langsung di route group agar nggak ada end-point yang terlupa diproteksi. Kedua, saat handle token, pastikan untuk selalu memberi nama token yang spesifik sesuai device-nya supaya user bisa revoke akses spesifik kalau hp-nya hilang. Terakhir, jangan pernah simpan plain token di database; manfaatkan sistem hashing bawaan Sanctum agar data user tetap aman kalau misal database bocor. Contoh Kode Biasanya saat user login, kita buat token seperti ini ...
Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur kirim email verifikasi yang krusial banget, tapi tiba-tiba semua email yang dikirim malah masuk ke inbox beneran atau justru nggak sampai ke mana-mana. Saya sering banget nemu masalah begini pas lagi testing di tahap development, di mana kita butuh kepastian kalau layout email rapi tanpa harus spam email asli. Di sinilah Mailtrap jadi penyelamat saya setiap kali setting local environment. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari memisahkan file .env untuk local dan production agar kredensial Mailtrap nggak pernah bocor ke server staging. Supaya testing makin efisien, saya sering pakai fitur 'Email Preview' di Mailtrap untuk memastikan setiap variabel dinamis muncul di tempat yang tepat tanpa perlu bolak-balik kirim email baru. Kalau lagi ngetes workflow yang kompleks, saya membiasakan diri untuk memantau logs di Mailtrap secara real-time guna mendeteksi apakah ada header yang salah atau ada payload yang terpo...