Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya, Laravel terus adaptasi sama perkembangan teknologi. Dulu, kita sering ngandelin Laravel Mix buat compile CSS dan JavaScript. Tapi, lama-lama rasanya agak berat, apalagi kalau project makin gede. Nah, sekarang ada Vite dan Bun yang bikin prosesnya jauh lebih ringan dan cepet. Di artikel ini, gue mau cerita pengalaman gue pakai Vite/Bun di project Laravel, mulai dari awal setup sampai beberapa jebakan yang sering gue lewatin. Biasanya, di tahap awal project, gue selalu mikirin gimana caranya bikin development workflow yang efisien. Vite itu muncul sebagai angin segar. Konsepnya simpel: langsung pakai browser native ES modules. Jadi, nggak perlu lagi compile semua aset sebelum kita bisa lihat hasilnya di browser. Ini bener-bener ngirit waktu, apalagi pas lagi eksperimen sama desain atau fitur baru. **Tips & Best Practices** * **Mulai dari Instalasi yang Benar:** Di project gue ya...
Pernah nggak kepikiran, kenapa beberapa project Laravel terasa lebih responsif dan nyaman di development daripada yang lain? Seringkali, jawabannya ada di cara kita mengelola asset – CSS, JavaScript, gambar, dan lain-lain. Dulu, saya seringkali terjebak dengan Laravel Mix yang lumayan ribet, apalagi kalau ada perubahan konfigurasi yang signifikan. Nah, setelah nyobain Vite dan Bun, rasanya seperti menemukan angin segar. Vite itu tool build yang fokus ke kecepatan. Bun, di sisi lain, adalah runtime JavaScript yang super cepat. Kombinasi keduanya di Laravel 12 bisa bikin pengalaman development jadi jauh lebih menyenangkan. Artikel ini akan berbagi pengalaman saya menggunakan keduanya, mulai dari setup awal sampai beberapa tips dan trik yang mungkin berguna buat kamu. Tips & Best Practices Pertama, jangan langsung ganti semua asset sekaligus. Di project yang udah besar, biasanya saya mulai dengan satu halaman atau komponen kecil dulu. Ini penting biar kita bisa ngerti dampaknya...