Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemampuannya mengakomodasi berbagai gaya penulisan kode. Nah, salah satu fitur yang sering saya manfaatkan, terutama di project-project kecil atau API sederhana, adalah Single-Action Controller, atau yang biasa disebut Invokable. Fitur ini memungkinkan kita membuat controller yang hanya punya satu method, dan method itu sendiri yang jadi endpoint utama. Awalnya, saya mikir, 'ah, buat apa sih? Ribet aja'. Tapi setelah nyoba beberapa kali, ternyata lumayan ngefek buat bikin kode lebih rapi dan fokus. Biasanya, di project-project awal, saya cenderung bikin controller dengan banyak method, satu untuk setiap fitur. Akibatnya, controller jadi tebel, susah dibaca, dan kadang-kadang bikin bingung kapan harus pakai method yang mana. Tapi, setelah belajar tentang Single-Action Controller, saya mulai mengubah pendekatan. Terutama kalau fiturnya emang cuma satu, kenapa harus bikin c...
Pernah nggak kepikiran, kenapa Laravel terasa nyaman dipakai di banyak project? Salah satu alasannya adalah kemudahan dalam membuat CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan Resource Controller. Dulu, waktu baru mulai belajar Laravel, saya seringnya bikin controller manual, satu-satu method. Lama-lama kok berasa berantakan dan susah di-maintain. Nah, Resource Controller ini jadi penyelamat! Resource Controller itu kayak template yang udah disiapin Laravel buat ngurusin operasi CRUD ke model tertentu. Jadi, kita nggak perlu lagi nulis method index() , create() , store() , show() , edit() , update() , dan destroy() secara manual. Laravel udah nyediain itu semua, tinggal kita isi aja sesuai kebutuhan. Ini bener-bener ngirit waktu dan bikin kode kita lebih rapi. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari bikin model dan migration dulu. Setelah itu, baru bikin Resource Controller. Ini penting biar kita tahu struktur data yang mau kita kelola. Terus, jangan...