Pendahuluan Bayangin lagi ngerjain fitur sederhana, tapi tiap kali user baru daftar, kamu harus kirim email verifikasi, buat record profil di database lain, dan update log aktivitas secara manual di controller. Makin lama, controller kamu bakal penuh sama kode "repetitif" yang bikin pusing. Laravel Observer itu ibarat asisten pribadi yang diem-diem ngelakuin semua tugas itu buat kamu tiap ada perubahan di model, tanpa harus bikin controller kamu berantakan. Tips & Best Practices Di banyak project, biasanya saya mulai dari memisahkan logika bisnis dari controller. Tempatkan Observer di folder khusus agar struktur proyek tetap rapi dan mudah di-maintain saat aplikasi makin kompleks. Saat ngerjain fitur yang butuh trigger eksternal, saya sering pakai <code>after commit</code> supaya database nggak terlanjur kena commit kalau proses di dalam Observer malah gagal, biar data tetap konsisten. Selalu gunakan <code>Queueable</code> kalau proses di dalam Obs...
Celoteh Seputar Android, Teknologi Informasi, dan keamanan Siber